::DeLaKeke::

Kenangan Harapan Cinta dan Persahabatan

    Bunda... udah hampir  8 tahun  bunda meninggalkan Ayah, saya dan adik-adikku, bentar lagi genap 8 tahun. Tepatnya tanggal 28 Agustus 2005. Bunda.di dalam hidupmu , bunda tidak pernah mengeluh atas sikap anak-anakmu yang kadang mengusik hatimu. Bunda tetap bersabar, sehingga bunda  sakitpun, kami ngga pernah tau, kalau bunda telah digoroti oleh penyakit yang parah. Di saat bunda lemah, baru kami sadari ternyata bunda ngga bisa beraktifitas lagi. Dan lebih menyedihkan lagi, Kami anak-anakmu tidak dapat menemani di saat-saat terakhir bunda di dunia ini. Sehari sebelum bunda meinggalkan kami, saya Cuma bisa mengantar bunda di pelabuhan untuk pergi berobat di Kota Kendari, dengan harapan semoga Bunda dapat sembuh secepatnya dan bisa mengasuh dan membimbing kami lagi dan beraktifitas lagi. Tapi ternyata hari itu adalah terakhir saya bisa melihat Bunda hidup walaupun dalam keadaan letih menanggung sakit yang teramat parah.

Ngga ada firasat kalau Bunda akan meninggalkan kami. Sampai keesokan harinya , di saat saya dan adik-adikku akan berangkat ke sekolah seperti biasa. Tetangga kami menanyakan ngapain kesekolah? Mendengar pertanyaan itu, saya langsung  feeling kalau ada ngga beres. Ternyata mereka sudah mendengar kabar kalau Bunda telah berpulang ke Rahmatullah. Mereka langsung menangis dan memeluk saya dan mengtaka supaya saya bersabar dan mengikhlasakan Bunda. Adik-adikku yang tengah bersipa-siap ke sekolah, melihat saya kembali ke rumah, mereka langsung menangis, mungkin mereka udah feeling juga kalau ada yang terjadi. Mereka langsung memeluk saya, dan saya katakan pada mereka supaya mulai saat ini ngga ada lagi berantem-beranteman seperti yang sudah terjadi selama ini, dan mulai saat ini kita harus saling menasihati kalau ada yang salah.

Tetangga-tetangga dan saudara famili pada datang kerumah dan mengantar kami ke Kota Kendari untuk melihat pemakaman Bunda. Kami naik kapal cepat, dan selama perjalanan walaupun ombak lagi keras tidak membuat kami panik, yang ada cuma pengen melihat Bunda. Dan tiba di kendari kami dijemput oleh famili-famili di sana. Ayah menjemut kami dengan perasaan yang hancur, jelas terlihat dimatanya. Saya dan saudara yang laki-laki, tidak mengeluarkan air mata, tetapi di dalam hati rasanya hancur banget, karena disaat kami masih membutuhkan bimbingan Bunda, apalagi saya yang paling dekat dengan Bunda merasa hilang semangat hidup. Sebelum pemakaman ayah, saya dan saudara-saudara saya, satu-satu mencium Bunda dan mendoakan semoga Bunda tenang disana dan semoga diterima disisi-Nya. Pada saat pemakaman, Adikku Wa Boila sampai pingsan karena syok, karena udah ngga bisa lagi melihat Bunda.

Walaupun kami tinggal di Raha, tapi Bunda dimakamkan di Kota Kendari yang di pisahkan oleh lautan, Kami yakin bahwa Bunda pasti senang dimakamkan di sana. Karena nanti di saat terakhirnya Bunda yang minta sendiri untuk berobat di Kendari, walaupun sebelum-sebelumnya di tawarin untuk berobat di Kendari, Bunda tetap menolak.

Bunda ….masih tercatat dalam ingatanku saat kita ngambil kayu bakar di hutan bakau, dimana saya ngankat satu balok kayu bakau, tapi dalam perjalanan saya ngga kuat. Bunda lalu memotong sebagian dan potongannya Bunda yang angkat. Itupun bukan dalam sekali, tetapi belum sampai di rumah potongan itu ngga kuat lagi saya angkat, Bunda memotongnya lagi, dan sisa potonganya Bunda yang angkat sendiri dan itu terjadi sampai tiga kali. Bunda memang seorang wanita yang perkasa.

Bunda juga mengajarkan cara memasak yang benar. Walaupu saya laki-laki selain ngankat air buat kebutuhan sehari-hari tapi saya belajar juga cara memasak, katanya sih buat bekal kalau saya udah kuliah di luar daerah, tapi ternyata sampai sekarang ngga pernah lagi masak sendiri, cukup beli makan di warung makan. Di saat bulan Puasa di saat saudara-saudaraku yang lain pada tidur, Bunda membangunkanku unruk membantu memasak buat sahur. Dan ada satu hal yang tidak pernah saya kerjakan yaitu membersihkan rumah seperti nyapu, ngepel dan sebagainya. Makanya di Kostanku sekarang, saya paling malas bersih-bersih. Jadi kalau ke kostanku di dalam kaya kapal pecah aja. Hahaha.

Ada juga kisah lucu dimana ada cewek datang bertamu ke rumah untuk bertemu dengan saya. Karena lagi ngga ada orang, adik-adikku pada maen dan saya lagi di dapur lagi masak-masak buat makan malam, Cewek tadi nanyain saya pada tetangga. La Keke nya ada? Dan tetangga saya itu tanpa pikir panjang mengatakan bahwa saya ada di dapur lagi memasak. Aduh malunya , tapi ternyata cewek ini salut juga ama saya, karena jarang-jarang laki-laki ngerjain pekerjaan dapur seperti memasak. Jadinya bangga donk..hehehe.

Bunda…. Ternyata apa yang sudah bunda ajarkan bermanfaat sampai sekarang. Bunda mengajarkan supaya kita tetap tersenyum walaupun kita disakiti atau lagi BT, Karena dengan begitu hidup kita akan selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sayang sama kita.

Tapi koq sampai sekarang saya belum menapatkan orang yang sangat sayang sama saya ya? Yang ada.. dia udah dimiliki oleh orang lain. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan seorang wanita seperti Bunda yang tetap tersenyum dikala sakit dan duka..

Bunda... Maafkan segala kesalahan-kesalahan Anakmu ini, dan semoga bunda tetap tersenyum di sana
..Aminnnn.

3 komentar:

Anonim mengatakan... 9/14/2006 07:11:00 AM  

Great work!
[url=http://zkdeedsf.com/ltah/dbod.html]My homepage[/url] | [url=http://sgqqpmla.com/dtjc/xtgn.html]Cool site[/url]

Anonim mengatakan... 9/14/2006 07:11:00 AM  

Good design!
My homepage | Please visit

Anonim mengatakan... 9/14/2006 07:11:00 AM  

Great work!
http://zkdeedsf.com/ltah/dbod.html | http://djdfuwjc.com/yzlp/ophi.html

About this blog

My Profile

Foto saya
Selami hatiku, maka engkau tau siapa diriku
Tapi Engkau tak kan tenggelam karnanya
Diriku hanyalah genangangan yang tak menghanyutkan
Baik Buruk tak perlu kau tanyakan kepadaku
Tapi aku berusaha menunjukannmu
Kata-kata diatas, Kata Kerikil doang yang ga ada artinya

My Status fb

Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini