::DeLaKeke::

Kenangan Harapan Cinta dan Persahabatan

Akhirnya Aku Lulus SMU dengan nilai yang memuaskan, dan tak lama kemudian datang berita kelulusanku di salah satu sekolah terbaik di Bandung. (STT Telkom) yang kata orang, kalau sudah lulus pasti kerja di Telkom, padahal sampai sekarang saya ngga bisa keterima disana, selain nilai pas-pasan, juga persaingannya yang ketat.Disaat hari keberangkatanku Ke Bandung, dirumah diadakan acara syukuran sederhana, karena saya akan kuliah Ke Bandung., selain itu sayalah anak pertama yang akan melanjutkan studi di daerah seberang yang jauh dimata.



Oh ya…sebagai perkenalan saja, Saya tinggalnya di Sulawesi Tepatnya Sulawesi Tenggara, di daerah Kabupaten Muna (Orang biasanya menyebutnya Pulau Muna) yang letaknya di seberang Pulau Buton (penghasil Aspal itu lho…)
Tibalah waktu yang dinantikan ( soalnya ngga sabar ingin berlayar, walaupun udah ngga ada layarnya, tapi pake mesin, naik kapal laut ke Pulau Jawa). Saya diantar Ayah ke Pelabuhan di Buton (Bau-Bau), dengan naik feri, kami berdua melewatkan perjalanan tanpa ada obrolan yang memecah keheningan ditengah perjalanan, selain itu, saya dan Ayah kurang begitu dekat, dalam hal ini, kalau membicarakan lelucon atau sebagainya. Ayah Orangnya tegas dan disiplin kepada Anak-anaknya, jadi kami segan kalau ngobrol sama Ayah. Sampai di Pelabuhan Bau-Bau, kami menunggu Kapal PELNI (KM. LAMBELU) yang akan membawa saya ke Tanjung Priok Jakarta. Saya siapkan Tiket Kelas Ekonomi (Maklum orang susah yang pengen meraih cita-cita….) untuk diperiksa penjaga Pelabuhan saat mau naik Ke Kapal. Samapai kapalnya tiba, Ayah membantu mengangkat Tas saya sampai ke atas Kapal.



Sampai diatas Kapal dan mendapatkan tempat, Ayah langsung minta pamit untuk kembali ( Ayah ngga punya ongkos lagi untuk ngantar saya sampai Ke Bandung) kami Cuma berjabatan tangan tanpa ada rangkul-rangkulan seperti orang-orang yang akan berpisah, Ayah memandang saya sejenak dari jauh dengan tatapan sedih, (karena Ayah khawatir dengan keadaan di perjalanan dan tujuan saya nantinya( mungkin begitu pikirku). Setelah itu Ayah meninggalkan kapal tanpa menoleh lagi sedikitpun.



Sebelum Kapal berangkat, saya sibuk mencari teman-teman yang seangkatan yang juga Kuliah di luar Daerah ( Makassar, Surabaya, Malang, Jogyakarta, Jakarta maupun sama-sama di Bandung), Ngga lama mencari, saya sudah menemukan mereka. Ada juga yang berangkat sendiri tanpa ditemani oleh Orang Tuanya seperti saya, dan tak sedikit juga ada yang diantar oleh salah satu Orang Tuanya maupun Oleh Ayah dan Ibunya, bahkan sampai diantar oleh Kakak dan Adiknya (kalau mampu ya…ngga apa apa).

Dan kebetulan juga saya ketemu dengan seorang cewek yang pernah saya ketemu waktu saya mewakili sekolah saya mengikuti Olimpiade Fisika (IFO) waktu saya kelas 2 dan dia mewakili Sekolahnya juga. Dia orangnya sangat mencolok waktu itu, solanya dia orangnya tinggi, langsing, cakep pula. Waktu itu belum berani kenalan, ngobrol aja ngga berani (pemalu sih ..hehehe). Tapi pas dikapal saya beranikan diri untuk mulai kenalan.



Awalnya sih kenalan sama teman-teman sekolahnya yang Kuliahnya sama dengan saya, dan dia ikut kenalan juga. Kebetulan ada teman saya juga yang kuliahnya sama dengan dia ( Kedokteran UI Jakarta).
Saya ngga terlalu ingat sih nama-nama yang ajak kenalan, soalnya dipikiranku ingin kenalan sama Cewek ini aja.



Tiba giliran saya dengan dia kenalan dan menyebutkan nama masing-masing ( Rahmat – Sinta), padahal saya sudah tau namanya waktu kami ikut IFO, walupun ngga kenalan, tapi namanya sering disebut, udah gitu waktu tes dia sempat sakit perut dan seluruh ruangan pada tau.



Setelah kenalan saya lanjut ngomong “Kayaknya kita pernah ketemu, kalau ngga salah waktu kita kelas 2, sama-sama ikut IFO” langsung di jawab oleh dia “Oh iya, kok saya ngga inggat”, terang aja waktu itu saya biasa-biasa saja dan sampai sekarang, ngga ada yang istimewa dari diri saya. Sejak kenalan itu, kami berdua mulai dekat, sering ngobrol berdua, tapi sudah ngga ingat lagi, ngobrol apaan.



Oh yaa… waktu itu khan Tahun 1998, dan waktu di dalam perjalanan di kapal, ada Acara Pembukaan Piala Dunia, ( di dalam Kapal ada TV juga lho…) dan dengan alasan pengen nonton, soalnya udah ngga ada bahan obrolan lagi. Ehh… ternyata dia ikut nonton juga, udah gitu kakanya yang Cewek ikut juga lagi. Dipikiranku kok ada cewek yang suka Bola juga ya? Tapi ternyata dia Cuma menemanin saya nonton aja…



Sampai di Tanjung Priok saya berpisah dengan dia.
Dan sampai saya menyelesaikan studi di Bandung , dan selama 6 tahun saya ngga pernah kontak sama dia (waktu itu belum ada HP jadi ngga ada namanya tukar-tukaran Nomor).


Dan belum lama ini saya dapat nomornya dari teman saya yang berasal dari Buton (Bau-Bau).


Kemudian Saya sms dia, apakah masih ingat denga saya yang waktu itu ketemu dan kenalan di kapal, ternyata dia masih ingat, dan kemarin pas Lebaran saya sms-an sama dia lagi, dan saya bilang bulan Juni nanti saya akan ketemu dia di Kendari sekalian ziarah di makam Bunda, ketemu Ayah, dan Adik-adiku, udah 4 tahun ngga ketemu mereka

0 komentar:

About this blog

My Profile

Foto saya
Selami hatiku, maka engkau tau siapa diriku
Tapi Engkau tak kan tenggelam karnanya
Diriku hanyalah genangangan yang tak menghanyutkan
Baik Buruk tak perlu kau tanyakan kepadaku
Tapi aku berusaha menunjukannmu
Kata-kata diatas, Kata Kerikil doang yang ga ada artinya

My Status fb

Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini