::DeLaKeke::

Kenangan Harapan Cinta dan Persahabatan

Hal yang paling gw kangenin dari Kampung halaman adalah bila ada pesta perkawinan, kenduri lainnya,perjamuan atau malam ramah tamah, lazimnya acara itu diisi dengan atraksi kesenian. Di situ akan ditampilkan atraksi inti, yaitu melulo, tarian tradisional yang diperagakan secara massal dan membentuk lingkaran. Tuan rumah biasanya menurunkan gadis-gadis cantik pilihan ke arena untuk mengawali acara itu.



Menari lulo atau melulo tak rumit. Dengan iringan musik pop, dangdut, atau bunyi gong, struktur gerakan akan dengan mudah terbangun. Mula-mula jari tangan dikaitkan dengan jari tangan pasangan kita sedemikian rupa sehingga telapak tangan masing-masing saling bertaut. Posisi telapak tangan pria harus di bawah telapak tangan wanita. Ini etika yang harus diperhatikan agar gerakan tetap harmonis dan wilayah dada wanita pasangan menari tak tersentuh.



Tangan yang sudah saling mengait digerakkan turun naik bersama dengan pasangan untuk mengimbangi ayunan kaki yang maju mundur, ke kiri dan kanan, dengan tempo gerakan satu dua sesuai irama pengiring. Dalam satu putaran, penari lulo berstatus pemula pasti bisa mahir karena dia akan dibimbing oleh gadis atau pria pasangannya.



Bagi kalangan muda-mudi, acara lulo merupakan kesempatan berkomunikasi, saling mengukur rasa dan perasaan terhadap pasangan masing-masing, siapa tahu setelah itu bisa terjadi hubungan pribadi yang lebih jauh.



Lebih dari itu, tari lulo menjadi sarana dan media masyarakat Sulawesi tenggara untuk meningkatkan pergaulan dengan warga masyarakat lain tanpa mengenal sekat etnis, agama, status sosial, kelompok, atau usia. Atraksi tari lulo adalah sebuah konfigurasi sosial dalam keanekaragaman.



Tak heran jika tarian itu sangat digemari dan menjadi milik seluruh warga Sulawesi Tenggara yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Buton, Muna, Tolaki, dan Moronene, gw masuk dalam etnis Muna. Jika ada teman-teman yang sempat mampir ke Sulawesi tenggara, jangan lupa untuk belajar tari ini..pokonya dijamain asyik dah...,ditambah lagi dapat kenalan..hihihi


Pesertanya tak terbatas. Semakin banyak orang melulo, suasana akan semakin heboh dan asyik.



Catatan kecil : Kalo ada acara ini di samping rumah, atau di satu lingkungan, kalo ngga di ijinin (masih kecil, ngga boleh keluyuran malam),buka pintu pelan-pelan, kalo ga lewat jendela ataupun lewat loteng (pengaruh pelem-pelem yang jadi penjahat), pulang dengan jalur yang sama.
Kalo ketahuan siap-siap ilmu kebal terhadap sedikit cambukan ataupun cubitan...., tapi sejak SMA, udah mulai diijinin, dengan alasan Ayah juga dulu kayak gitu...hihihi (sedikit berdiplomsi tentunya..),trus mengincar pasangan yang tercantik, atau ga janjian dulu

8 komentar:

huhuhuhu.. interesting y...
kalau di bandung sih boro2 ada kek gene... di lingkungan sekitar acara begituan paling banter juga arisan ibu-ibu. :P wekekekeke...

tapi unik juga...
aku jadi pengen liat secara langsung gimana acaranya. kapan2 kamu shoot donk, dan pasang videonya di sini :P

kalau saya kangen kalau dapat kotak berisi makanan dulu kalau alm. ayah pulang dari kenduri, di makan bareng2 pakai tangan....hmmm ....lecker!!

Yohanes Sugianto mengatakan... 4/14/2007 07:33:00 PM  

Salam kenal. Saya Yohanes dari Yogya. Punya hobi koleksi lagu2 daerah. Dulu pernah punya teman di Kendari yang berbaik hati ngirim kaset. Tapi belakangan menghilang. Nah saya sedang mencari teman baru untuk hal yang sama. Barangkali anda bisa membantu melengkapi koleksi saya dengan lagu2 Kendari, Raha, Muna, Buton dll?
Don't worry, harga kaset (CD/VCD) dan ongkos kirimnya saya yang tanggung sepenuhnya.
Mohon kabarnya. Terima kasih banyak.

Anonim mengatakan... 4/14/2007 07:35:00 PM  

NB: Kalau mau respon ke email saya sari_ilmu2@telkom.net
Mau lihat profile saya di http://yohanesss.multiply.com

hahahhh,,, makanya.. datang mi kembali ke kampoang halaman...

biar bagaiamana jg itu kampung halaman,, masih lebih bagus.. apalagi tradisi yg kyk begini *yo toh???*

dari sulawesi tenggara toh...saya belum pernah kesana...nanti suatu saat saya akan kesana..:)

eh belum lama saya ke Palu, lumayan kotanya enak walaupun lagi santer mengenai kota poso. Sempet makan Kaledo juga dan di kasih oleh-oleh bawang goreng, sama kain donggala..

*kangen palu*

Anonim mengatakan... 5/31/2007 11:54:00 PM  

MIENO WUNA?.....
PEDAHAE BHIRITANO NEITU?
KAKESANO BLOGMU BHASITIE.....


SALAM
LAWALANGY.WORDPRESS.COM

About this blog

My Profile

Foto saya
Selami hatiku, maka engkau tau siapa diriku
Tapi Engkau tak kan tenggelam karnanya
Diriku hanyalah genangangan yang tak menghanyutkan
Baik Buruk tak perlu kau tanyakan kepadaku
Tapi aku berusaha menunjukannmu
Kata-kata diatas, Kata Kerikil doang yang ga ada artinya

My Status fb

Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini